MENGUBAH PERSEPSI KLIEN

Pernahkah terpikir di benak kita semua bahwa klien adalah manusia yang memiliki keinginan dan kebutuhan, terkadang kebutuhan dan keinginan ini tidak sesuai dengan prosedur yang diharuskan, ketika keinginan dan kebutuhan tersebut jauh sekali dari prosedur apakah kita akan membiarkan dan mendiamkan persepsi yang salah tersebut, contoh persepsi yang salah “CONSUMER IS KING” bahwa konsumen adalah raja sehingga menuntut pelayanan semaksimal dan sebagus mungkin tanpa mempertimbangkan apakah kewajiban yang dia lakukan juga sudah benar atau belum.

Ilustrasi kasus :
” Seorang klien mengeluh dengan kondisi keluarganya yang tidak diurusi oleh perawat, klien tersebut baru saja mengalami kecelakaan dan mengalami flail chest, kemudian perawat mempersiapkan semua prosedur operasi, mencari bahan untuk bantuan hidup dasar, mencari meminta resep obat – obatan darurat, sehingga terkesan pasien di abaikan oleh RS.

Jika kemudian keluarga pasien bercerita ke orang lain apa yang terjadi maka berita negatif pun tersebar, akan meluas informasi bahwa pasien di RS X sangat buruk karena pasien di telantarkan, melihat kondisi ini maka petugas kesehatan harus bersegera meluruskan informasi tentang prosedur penanganan pada klien dengan flail chest.”

Salahkan klien karena memiliki persepsi yang salah? tidak. karena klien memang tidak mengenal Standar Operating Prosedur, kebijakan RS dll sehingga yang mereka ketahui hanya pasien di bawa ke RS, dirawat kemudian sembuh, mereka tidak mengenal yang disebut dengan infeksi nosokomial persiapan pre op, pemeriksaan diagnostik, pemeriksaan laboratorium dsb.

Tugas dari tim pelayanan kesehatan untuk melakukan edukasi massa, mengapa orang flail chest harus ditangani dengan hati – hati, efek negatif apa yang mungkin timbul jika penatalaksanaannya salah, edukasi yang benar tentang kesehatan ini harus dilakukan dengan gencar dan spartan seperti sebuah serangan virus ke komputer, semakin banyak informasi yang masuk akan semakin paham masyarakat dengan pelayanan kesehatan.

Pelayanan kesehatan adalah sebuah system dan masyarakat atau klien menjadi salah satu bagian dari system tersebut, jika salah satu bagian dari system mengalami kegagalan menjalankan peran maka akan rusaklah system tersebut, peran promosi kesehatan, informasi kesehatan yang gencar lewat berbagai media mutlak diperlukan sehingga persepsi antara pengguna pelayanan kesehatan dengan penyedia pelayanan kesehatan akan menemui titik temu.

Sekarang saatnya memperbaiki system yang ada, baik di RS maupun disemua tatanan pelayanan kesehatan, klien adalah mitra dan klien juga harus mengetahui tentang prosedur yang berlaku, jika dua titik permasalahan ini bisa ditemukan lewat edukasi massa yang terus menerus maka bukan tidak mungkin malpraktek bisa ditekan serendah mungkin, consumer complain bisa ditekan serendah mungkin, kualitas pelayanan bisa meningkat dan viral effect dari negative issue bisa dicegah…blog ini hanya ikut berpartisipasi untuk mengedukasi massa bahwa pelayanan kesehatan yang sebenarnya sangat berbeda dengan yang selama ini ada dibenak konsumen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: