Mengelola Konflik Intrapersonal

Konflik dengan diri sendiri adalah suatu kejadian atau situasi yang membuat seseorang mengalami kebingungan yang luar biasa,mengapa konflik dengan diri sendiri membingungkan orang lain? kita ilustrasikan dengan kasus.

“Sebut saja namanya Chika, usianya masih 18 tahun, dia disukai oleh 3 orang cowok, cowok pertama adalah seorang model cakep, tajir tetapi cassanova alias the heartbreaker, cowok kedua seorang pemuda cakep juga, atlet olahraga dan anak seorang yang berpengaruh di kotanya jika kemana – mana harus dikawal sama teman – teman akrabnya, cowok ketiga kelihatan paling sempurna, cakep, tajir, anak pengusaha kaya tapi anak mami banget.

Jika Chika harus memilih dia merasa bahwa ketiganya masuk kategorinya tetapi kekurangan dari masing – masing membuat dia berpikir dua kali untuk meneruskan hubungan dengan salah satu cowok, Chika merasa bahwa dia belum menemukan sosok pria dalam ketiga diri cowoknya.

Konflik yang terbangun dari dalam ini yang membuat Chika seperti mati kutu, mau jalan dengan cowok pertama takut sakit hati, mau jalan dengan cowok kedua seperti putra presiden saja kemana – mana dikawal tidak bebas, cowok ketiga malah anak mami.

Chika bingung mana yang harus dia pilih dan mana yang harus dia tolak. Akhirnya Chika malah tidak berpacaran dengan siapapun. Mungkin ada yang mengalami kejadian seperti Chika.

Solusi :
1. Cowok yang dipilih adalah cowok kedua, dengan edukasi yang benar maka menyingkirkan pengawal lebih mudah daripada mengubah karakter anak mami dan karakter Cassanova.
2. Menolak dengan halus cowok pertama dan ketiga dengan cara santun karena keduanya memiliki peluang membuat sakit hati, cowok pertama karena berkhianat dan cowok ketiga karena sikap ibunya mampu mendikte dia.
3. Memberi penjelasan kepada para pengawal cowok kedua bahwa Chika membutuhkan suasana romantis dengan cowoknya serta meminta mereka memberi ruang lebih pribadi.
4. Chika menjelaskan konsep diri dan cara pandangnya kepada sang cowok kedua sehingga sang cowok mampu menjelaskan pada pengawalnya.
5. Ajak cowok kedua berkenalan dengan teman – teman Chika agar dia mengenal dunia Chika dan tahu bagaimana harus bersikap.

Kasus diatas hanya contoh yang pernah terjadi pada seorang sahabat akrab SMA saya, tidak semua pendapat ini benar, anda punya alasan memilih cowok 1 atau cowok ke 3, tetapi berdasarkan analisa dan pengalaman beberapa teman bahwa ternyata anak mami tidak memiliki ketegasan dalam mengambil keputusan dan sang Cassanova memiliki hati untuk banyak wanita.

Analisa diatas tidak mutlak benar, anda punya sudut pandang berbeda dalam mengenali masalah, contoh analisa ini hanya sudut pandang penulis saja, langkah – langkah mengenal masalah pribadi dan mengatasinya menjadi lebih mudah jika anda mengenal konsep diri anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: