TINGKATAN KOMUNIKASI

Tingkatan Komunikasi dibagi dalam 3 tingkatan.

1. Komunikasi intra personal

2. Komunikasi interpersonal

3. Komunikasi massa

Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi dengan diri sendiri, berusaha mengenal diri sendiri dan segala konsep diri yang melingkupinya, menyanyakan kepada diri sendiri tentang segala hal yang ingin dia ketahui terkait dengan keinginan, kebutuhan dll.

Metode

Refleksi : menanyakan kepada diri sendiri apakah tujuan hidup sudah tercapai atau belum, apakah hal yang direncanakan mampu dilaksanakan dengan baik

Renungan : melakukan tanya jawab atau dialog dengan diri sendiri apa yang sudah dilakukan, apakah hidup sudah seperti yang diinginkan dll

Curhat/diary : menuliskan semua perasaan yang ada dalam hati kedalam bentuk tulisan privat sehingga bisa direnungi, dianalisa masalah apa yang terjadi dan bagaimana memecahkan masalah tersebut.

Kontemplasi : berdialog dengan diri sendiri, apakah diri sudah sesuai dengan konsep yang diterima masyarakat atau belum.

Komunikasi Interpersonal adalah berkomunikasi dengan orang lain secara face to face maupun dalam kelompok.

Metode

Komunikasi searah : pembicara memberikan sebuah informasi dan pendengar menyimak informasi tanpa memberikan pertanyaan, argumentasi maupun sanggahan

Komunikasi dua arah : pembicara dan pendengar saling melakukan aksi reciprokal atau saling berbalasan, saling bertukar peran, pendengar terkadang memberi informasi, pembicara terkadang mendengarkan

Syarat komunikasi interpersonal yang baik.

Good Listener : mendengarkan orang lain untuk memberi kesempatan mereka mengungkapkan ide atau pemikiran

Intonasi : beri irama dalam setiap ucapan sehingga kata – kata mampu diserap dan dicerna oleh pendengar

Empati : memperhatikan respon emosi orang lain, jangan terlalu banyak humor jika lawan bicara sedang sedih atau sebaliknya.

Humor : menyegarkan hubungan dengan sebuah suasana yang fresh dan tidak terkesan formal.

Komunikasi Massa : menyampaikan informasi kepada beberapa orang di sebuah situasi yang sengaja diciptakan.

Syarat

Positioning : menguasai posisi dimana harus berdiri, kapan harus mendekat, kapan harus menjauh, membuat perubahan posisi di depan, ditengah maupun dibelakang.

Volume Suara : ucapan yang dikeluarkan mampu didengarkan oleh orang – orang dalam massa tersebut.

Bahasa Tubuh : jangan terlalu banyak mengekplorasi bahasa tubuh yang tidak perlu.

Motivasi : gunakan kata – kata atau bahasa yang inspiratif maupun membangkitkan motivasi, bahkan dalam suasana belajar mengajar sekalipun, memotivasi orang lain sekalipun merupakan sebuah hal perlu dipertimbangkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: