MUTIARA KEBIJAKAN DALAM KOMUNIKASI

Pernahkah terbayangkan kita berbicara dengan orang bertutur kata santun, dengan tutur kata tertata dan penuh motivasi, ungkapan yang diungkapkan begitu halus dan penuh kesantunan. Jika orang bijak berkata maka rumput pun akan ikut mendengarkan (memang rumput bisa mendengar..?) Just Kidding.

Sang bijak memang selalu memperhatikan kata – katanya, sang bijak tak pernah lupa dengan semboyan bahwa mulutmu adalah harimaumu..makanya sang bijak tidak pernah berusaha mengumpulkan berbagai macam fakta maupun data untuk menyakiti orang lain, jika ada kejadian buruk menimpa maka sang bijak hanya akan berkata …SABAR.

Sang bijak bisa saja masih sangat muda atau bahkan sangat tua, umur tidak akan mempengaruhi cara seseorang dalam menentukan kebijakan, karena kebijakan ditentukan bagaimana seseorang mengenal dirinya dan bagaimana seseorang menyayangi orang lain, orang bijak akan berhati – hati dalam bertutur karena khawatir bahwa seseorang akan terluka oleh kata – katanya, sebuah penuturan yang halus, mengena dan memang mampu menelanjangi jiwa manusia akan membuat semua pendengarnya terkesima, bagaimana mungkin orang mulia seperti ini bisa terlahir.

Sang bijak tidak hanya menjaga kata – katanya, tetapi juga pikiran dan hatinya, sang bijak tidak suka menyebarkan fitnah atau tuduhan tanpa bukti yang disebarkan karena nafsu angkara murka, nafsu duniawi yang telah membuat manusia lupa bahwa setiap yang kita perbuat pasti akan dibalas, mengapa tidak berbuat baik saja?

Satu hal yang sering dilupakan manusia adalah balasan..mereka merasa paling kuat, merasa paling berkuasa tanpa sadar bahwa malaikat kematian senantiasa mengawasi semua perilaku kita dan hanya menunggu waktu untuk segera mencabut nyawa. Merasa kenal dengan orang – orang terhebat didunia tanpa sadar mereka melakukan kekacauan dimuka bumi, dari yang menyerang kaum lemah, menyerang kelompok lain.

Memang sang bijak harus turun diantara mereka untuk menyegarkan jiwa mereka dengan ajaran kebaikan, karena dunia ini sebenarnya akan lebih menjadi indah ketika cinta dan kasih sayang mengalahkan dendam dan kebencian…mampukah kita menumbuhkan cinta dan kasih sayang dan membunuh kebencian tersebut…hanya Anda yang bisa menjawab renungan ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: